Investment Planning — Latihan Bersama Rida
PERTAMINA DRILLING SERVICE INDONESIA · INTERVIEW PREP · APRIL 2026
📅 Rabu, 15 April 2026
Hari Pertama Rida di PDSI
Pagi itu, Ridha Rossy Pusparini melangkah masuk ke lantai 12 gedung PT Pertamina Drilling Service Indonesia dengan jantung sedikit berdebar. Setelah melalui serangkaian seleksi ketat, hari ini resmi menjadi hari pertamanya sebagai Associate Analyst — Investment Planning Dev Perf Monitoring & Eval.

Di meja sudah menunggu satu map biru bertuliskan: "WELCOME, ANALYST BARU — TUGAS PERTAMAMU."
👨‍💼
Pak Budi Santoso
MANAJER INVESTASI · SENIOR ANALYST 12 TAHUN
Atasan langsung Rida. Dikenal tegas tapi sabar mengajar. Satu pedomannya: "Angka tidak bohong — tapi cara baca angka bisa sangat bohong."
Pak Budi kepada Rida
"Rida, selamat bergabung. Kita tidak punya waktu banyak untuk orientasi — langsung kerja ya. Minggu ini kita evaluasi dua proyek pengeboran. Yang pertama, Rig Mawar-3 di Sumatera Selatan — saya akan dampingi kamu step by step. Pahami dulu logikanya. Yang kedua, Rig Anggrek-7 di Kalimantan Timur — itu kamu kerjakan sendiri dan presentasikan ke Direksi Jumat depan."

"Ada pertanyaan sebelum mulai?"
Rida, dalam hati
"WACC... NPV... IRR... oke, oke. Aku pernah baca teorinya. Sekarang tinggal praktik. Bismillah..."
01
Rig Mawar-3
SUMATERA SELATAN · BLOK SM-12
Proyek pengeboran 4 tahun dengan CAPEX Rp 400.000 juta. Pak Budi mendampingi dan memberikan penjelasan setiap langkah — termasuk rumus, logika, dan cara membaca hasilnya.
🟡 Ada Panduan Lengkap
02
Rig Anggrek-7
KALIMANTAN TIMUR · BLOK KT-7
Proyek pengeboran 5 tahun dengan CAPEX Rp 500.000 juta. Rida harus mengisi semua rumus sendiri dan menghasilkan rekomendasi go/no-go untuk presentasi Direksi.
🔵 Kerjakan Mandiri
📌 Cara Menggunakan Modul Ini
Tab Teori Metrik → Pahami dulu konsep WACC, NPV, IRR, DSCR, ROA, ROE, ROI lengkap dengan analogi sehari-hari sebelum mengerjakan kasus.

Tab Case 1 → Baca cerita briefing dari Pak Budi → ikuti panduan step-by-step → isi rumus di sel oranye pada tabel Excel → lihat hasilnya langsung.

Tab Case 2 → Baca cerita → isi semua rumus sendiri tanpa panduan → klik Cek Jawaban di akhir.

📐 Teori Metrik Keuangan

Sebelum mengerjakan case, Rida perlu memahami 7 metrik utama ini. Setiap metrik dilengkapi definisi, analogi sehari-hari, rumus, dan threshold penilaian. Klik judul untuk membuka penjelasan.

⚖️
WACC
Weighted Average Cost of Capital
WACC adalah biaya modal rata-rata tertimbang — angka ini menjawab: "Berapa minimum keuntungan yang harus dihasilkan proyek agar investor dan bank tidak rugi?" WACC adalah hurdle rate yang dipakai sebagai discount rate dalam NPV.
☕ Analogi: Buka Warung Kopi
Kamu butuh modal Rp10 juta buka warung kopi. Dapat dari dua sumber: Rp6jt dari tabungan sendiri (ekuitas, kamu minta minimal untung 14%/tahun) dan Rp4jt pinjam bank (bunga 10%). WACC = biaya rata-rata tertimbang dari keduanya. Kalau warung kopi tidak menghasilkan minimal sebesar WACC, lebih baik tidak usah buka — taruh saja uangnya di investasi lain.
WACC = (E/V × Ke) + (D/V × Kd × (1 − T)) E = Ekuitas | D = Hutang | V = E + D Ke = Biaya ekuitas | Kd = Bunga hutang | T = Pajak Contoh: E=60%, D=40%, Ke=14%, Kd=10%, T=22% WACC = (0.6×14%) + (0.4×10%×0.78) = 8.4% + 3.12% = 11.52%
<8%
✅ Sangat rendah — proyek lebih mudah mencapai return
8–12%
🔵 Normal untuk industri MIGAS Indonesia
>15%
🔴 Tinggi — proyek harus sangat profitable
📊
NPV
Net Present Value
NPV menjawab: "Berapa nilai bersih proyek ini dalam rupiah hari ini?" Prinsipnya: uang Rp100juta sekarang lebih berharga dari Rp100juta 5 tahun lagi, karena bisa diinvestasikan. NPV "mendiskon" semua arus kas masa depan ke nilai sekarang, lalu dikurangi investasi awal.
🏠 Analogi: Beli Properti untuk Disewa
Kamu ditawari beli ruko Rp500juta. Ruko akan menghasilkan sewa Rp80juta/tahun selama 10 tahun. Tapi nilai Rp80juta setahun lagi tidak sama dengan Rp80juta hari ini. NPV menghitung nilai semua sewa tersebut dalam rupiah hari ini lalu dikurangi harga beli. Kalau NPV positif = worth it beli. Kalau negatif = lebih baik taruh uangnya di tempat lain.
NPV = Σ [ CFt ÷ (1 + WACC)^t ] − Investasi Awal CFt = Free Cash Flow tahun ke-t t = 1, 2, 3, ... n (tahun) Jika NPV > 0 → Proyek layak (menciptakan nilai) Jika NPV < 0 → Proyek tidak layak (merusak nilai)
> 0
✅ LAYAK — proyek menciptakan nilai di atas biaya modal
= 0
⚖️ Impas — hanya menutup biaya modal, tidak lebih
< 0
❌ TIDAK LAYAK — nilai dihancurkan, jangan lanjutkan
📈
IRR
Internal Rate of Return
IRR adalah tingkat pengembalian (%) yang dihasilkan proyek — bisa diartikan sebagai "bunga efektif" proyek. Bandingkan IRR dengan WACC: jika IRR lebih besar, proyek menguntungkan. Selisih (spread) IRR − WACC mencerminkan seberapa besar keuntungan di atas biaya modal.
🏦 Analogi: Deposito vs Proyek
Bank tawarkan deposito 7%/tahun. Proyek A memberikan IRR 15%, Proyek B memberikan IRR 9%. WACC kamu = 11%. Proyek A: IRR 15% > WACC 11% → ambil! Spread +4%. Proyek B: IRR 9% < WACC 11% → jangan ambil, biaya modalnya lebih mahal dari pengembaliannya.
IRR = tingkat diskonto r sehingga NPV = 0 (dihitung dengan iterasi, di Excel: =IRR(range_cashflow)) Cara baca: IRR > WACC → Proyek layak, ada spread positif IRR < WACC → Proyek tidak layak Spread = IRR − WACC Makin besar spread, makin menarik proyeknya
IRR > WACC+3%
✅ Sangat menguntungkan, spread lebar
IRR > WACC
🔵 Layak, melampaui biaya modal
IRR ≤ WACC
❌ Tidak layak, tidak menutup biaya modal
🏦
DSCR
Debt Service Coverage Ratio
DSCR mengukur kemampuan proyek membayar semua kewajiban hutangnya (cicilan pokok + bunga). Ini adalah metrik yang paling diperhatikan bank saat memutuskan apakah proyek layak diberi pinjaman. Sederhananya: berapa kali EBITDA menutup total kewajiban hutang per tahun.
💳 Analogi: Gaji vs Cicilan KPR
Gaji kamu Rp12juta/bulan. Cicilan KPR + kendaraan = Rp6juta/bulan. DSCR = 12/6 = 2.0x. Bank senang karena ada "ruang napas" 2x dari kewajiban. Kalau gaji hanya Rp5,5juta? DSCR = 0.92x — bank langsung tolak karena penghasilan tidak cukup bayar cicilan.
DSCR = EBITDA ÷ Total Debt Service EBITDA = EBIT + Depresiasi Total Debt Service = Cicilan Pokok + Bunga Tahun Ini Bank biasanya mensyaratkan DSCR minimal 1.2x Proyek MIGAS yang sehat biasanya DSCR 3–6x
> 1.5x
✅ Sangat baik, comfortable untuk bank
1.2–1.5x
🔵 Baik, memenuhi syarat minimum bank
1.0–1.2x
⚠️ Perhatian, margin sangat tipis
< 1.0x
❌ Bahaya! Tidak mampu bayar hutang
🏗️
ROA · ROE · ROI
Return on Assets · Equity · Investment
Tiga metrik return ini mengukur profitabilitas dari sudut pandang yang berbeda. Ketiganya menjawab: "Seberapa efisien modal yang dipakai?"
🛒 Analogi: Toko Kelontong Pak Hasan
Toko punya aset (rak, kulkas, meja kasir) senilai Rp50jt. Modal sendiri Rp30jt, sisanya pinjaman. Tahun ini untung bersih Rp8jt.

ROA = 8/50 = 16% → setiap Rp100 aset menghasilkan Rp16 laba
ROE = 8/30 = 26.7% → setiap Rp100 modal sendiri menghasilkan Rp26.7 untuk pemilik
ROI = total laba / total modal awal × 100% → berapa persen total keuntungan dari investasi
ROA = Net Income ÷ Total Aset × 100% → Ukur efisiensi seluruh aset ROE = Net Income ÷ Total Ekuitas × 100% → Ukur return untuk pemegang saham ROI = Total Net Income ÷ Investasi Awal × 100% → Ukur total keuntungan selama proyek 💡 Tips: Kalau ROE > ROA, berarti leverage (hutang) bekerja efektif untuk memperbesar return ke pemegang saham.
ROA>10%
✅ Aset sangat produktif
ROE>20%
✅ Return excellent untuk investor
ROI>50%
🔵 Total return sangat menguntungkan
Panduan dari Pak Budi: Belajar Langkah demi Langkah
Pak Budi membentangkan satu map kuning di atas meja Rida. Di dalamnya ada ringkasan proyek dan spreadsheet kosong yang menunggu untuk diisi.
Pak Budi menjelaskan
"Rig Mawar-3 adalah proyek pengeboran 4 tahun di Sumatera Selatan. CAPEX-nya Rp 400.000 juta — kita biayai 60% dari ekuitas PDSI dan 40% dari pinjaman bank BNI dengan bunga 10% per tahun. Tarif pajak korporasi 22%. Sebelum mulai, kita hitung dulu WACC-nya — itu akan jadi patokan kita menilai layak tidaknya proyek ini."
1
LANGKAH 1 · Hitung WACC dulu sebagai Discount Rate
🧮 Mengapa WACC dihitung pertama?
WACC adalah "harga minimum" yang harus dihasilkan proyek. Kalau proyek tidak bisa menghasilkan return setara WACC, artinya kita lebih baik taruh uangnya di deposito atau obligasi. WACC juga digunakan sebagai discount rate dalam rumus NPV — jadi angka ini fundamental untuk semua kalkulasi selanjutnya.
📐 Rumus & Kalkulasi WACC — Rig Mawar-3
Data: Ke (biaya ekuitas) = 14%, Kd (bunga hutang) = 10%, E = 60%, D = 40%, T = 22%

WACC = (60% × 14%) + (40% × 10% × (1−22%))
= 8.40% + (40% × 7.80%)
= 8.40% + 3.12% = 11.52%

Artinya: setiap tahun, proyek Mawar-3 harus menghasilkan setidaknya 11.52% return agar worth it.
2
LANGKAH 2 · Isi Income Statement & Cash Flow di Spreadsheet
📊 Cara Membaca Tabel di Bawah
Sel kuning = data input (sudah terisi, jangan ubah)  |  Sel biru muda = rumus sudah diberikan  |  Sel oranye bergaris putus = kamu yang harus isi rumusnya!

Klik sel oranye → ketik rumus di formula bar atas → tekan Enter. Rumus harus diawali tanda = seperti di Excel sungguhan.
📊 Rig Mawar-3 — Financial Model (4 Tahun)
PDSI_MAWAR3_Model.xlsx · Klik sel oranye untuk mengisi rumus
fx
3
LANGKAH 3 · Baca & Pahami Hasil Metrik
💬 Pak Budi: Cara Membaca Hasilnya
Isi semua rumus terlebih dahulu untuk melihat hasil dan penjelasan dari Pak Budi.
Giliran Rida Bekerja Mandiri — Presentasi Jumat Depan
Tiga hari setelah mengerjakan Mawar-3 bersama Pak Budi, Rida mendapat amplop baru di mejanya. Pak Budi hanya meninggalkan catatan singkat:
Catatan dari Pak Budi
"Rida — ini data Rig Anggrek-7. Proyek 5 tahun, CAPEX Rp 500.000 juta. Asumsi sama seperti Mawar-3: WACC 11.52%, pajak 22%, debt ratio 40%, Kd 10%. Data revenue dan biaya sudah ada di spreadsheet.

Kamu perlu mengisi semua rumus, menghitung NPV, IRR, ROA, ROE, ROI, dan memberikan rekomendasi go atau no-go kepada Direksi. Presentasi Jumat jam 09.00. Jangan salah angka — Direksi sangat teliti. Good luck."
Rida dalam hati
"Oke. Aku sudah belajar dari Case 1. Sekarang saatnya buktikan bisa sendiri. WACC sudah tahu, NPV sudah tahu, IRR sudah tahu. Mulai dari EBITDA dulu — Revenue minus Op Cost. Bismillah!"
📋 Ringkasan Data Proyek Rig Anggrek-7
CAPEX = Rp 500.000 jt | Life = 5 tahun | WACC = 11.52% | Tax = 22% | Debt = 40% | Kd = 10%
Depr/tahun = (500.000 − 50.000) ÷ 5 = Rp 90.000 jt/tahun
Cicilan pokok/tahun = 500.000 × 40% ÷ 5 = Rp 40.000 jt/tahun
Bunga Hutang: sudah terisi di tabel (menurun tiap tahun seiring hutang berkurang)
📊 Rig Anggrek-7 — Financial Model (5 Tahun)
PDSI_ANGGREK7_Model.xlsx · Isi semua sel oranye secara mandiri
fx
📝 Rekomendasi Kamu untuk Direksi
Isi semua rumus terlebih dahulu untuk menghasilkan analisis dan rekomendasi.